Life Skills Penting

Life Skills Penting yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah

Apa itu life skills? Menurut WHO, definisi life skills atau keterampilan hidup adalah keterampilan untuk berperilaku yang adaptif dan positif, keterampilan seni manajemen diri, serta kemampuan yang membuat seseorang bisa menuntaskan kebutuhan dan tantangan sehari-hari secara tepat.

Basic life skills atau dasar keterampilan hidup memang jarang dibahas dan dibicarakan. Meski tidak terlihat menonjol, namun life skills bisa menjadi sangat penting dalam beberapa situasi tertentu.

Beberapa macam life skills memang sudah diajarkan oleh orang tua saat dahulu. Tetapi, kebutuhan jenis life skills pun berubah seiring perkembangan jaman yang semakin pesat.

Perkembangan jaman pun juga dibarengi dengan berkembangnya sistem pendidikan. Hanya saja, sekolah formal tidak pernah mengajarkan keterampilan-keterampilan non akademik yang seharusnya dikuasai disaat lulus nanti.

Sekolahan hanya mengajari cara untuk menghitung uang, menaati peraturan yang ada, dan belajar dari sumber tertulis kemudian diujikan di setiap tahun. Selama ini belum ada jam khusus untuk mempelajari kemampuan dasar untuk menganalisis pajak penghasilan atau cara agar disenangi oleh orang lain.

Oleh karena itu, di postingan ini kita akan membahas life skills penting yang kita harapkan akan diajarkan di sekolah pada masa yang akan datang. Mungkin beberapa sekolah sudah mulai mengajarkan hal ini, namun saya rasa belum menekankan atau masuk dan mempelajari lebih detail.

1. Memanagemen Keuangan dengan Benar

Terkadang, sekolahan mengajarkan keuangan, akuntansi, dll. Tetapi mereka gagal untuk menekankan betapa pentingnya menabung, bagaimana cara untuk menjaga anggaran keuangan, bagaimana cara mengelola keuangan, dan bagaimana sistem pajak negara bekerja.

Seharusnya diperlukan pembelajaran dalam mengatur anggaran pribadi, bernegosiasi kontrak, membaca laporan keuangan, mengatur anggaran tabungan jangka panjang, berinvestasi dalam bentuk saham atau barang.

Beberapa hal tersebut akan sangat bermanfaat jika diajarkan oleh sekolah.

2. Kesehatan Mental

Terdapat banyak kontroversi tentang kesehatan mental, salah satunya adalah banyaknya penyakit dalam masyarakat yang tidak terdiagnosis. Bukan hanya sekedar itu saja, tapi ada kontroversi besar dalam bisnis farmasi. Antara lain penyakit ringan yang di lebih-lebihkan, penyangkalan, dan salah diagnosis. Sehingga banyak orang yang hidup tanpa menyadari bahwa mereka mempunyai penyakit mental.

Berdasarkan berita yang dilansir oleh Newsweek pada tahun 2014, sebesar 18,2% penduduk dewasa di U.S.A dinyatakan menderita penyakit mental.

Berita tersebut menegaskan bahwa pentingnya mempelajari tentang kesehatan mental. Dengan begitu, kita tidak hanya memahami jenis-jenis penyakit mental serta pengobatan medisnya. Tapi kita juga akan lebih baik dalam memahami tentang diri sendiri. Jika tahu apa masalah yang ada dalam diri sendiri, Kita akan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan begitu, kita tidak hanya memahami jenis-jenis penyakit mental serta pengobatan medisnya. Tapi kita juga akan lebih baik dalam memahami tentang diri sendiri. Jika tahu apa masalah yang ada dalam diri sendiri, Kita akan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya dalam belajar lebih dalam tentang hal ini.

Mari kita mulai menyempatkan lebih banyak penekanan saat mendidik anak kita dengan mengajarkan pengetahuan tentang kesehatan mental. Sehingga, generasi masa depan dapat hidup lebih bahagia, hidup lebih puas, serta mencapai apa-apa saja yang mereka bisa dapatkan.

3. Membangun Hubungan Asmara yang Baik

Mendapatkan nilai yang tinggi di sekolah, membangun sesuatu yang besar, itu semua tidak berarti banyak jika lupa atau tidak pernah merasakan arti kasih sayang.

Banyak orang yang kehilangan “Cinta”-nya hanya karena mereka tidak menyadari bahwa ada banyak hal yang harus dipelajari untuk mendapatkan, mempertahankan, dan mengembangkan sebuah hubungan asmara. Banyak yang kurang mengetahui sebuah teori asmara, aturan tidak tertulis dalam sebuah kencan, dan pembuktian dari kasih sayang itu sendiri.

Jika hal ini dipelajari di sekolah, pasti akan lebih banyak dari kita yang merasa lebih siap untuk “seseorang” ketika orang tersebut datang.

Sayangnya, di negeri kita ini sebuah hubungan remaja malah dianggap sebagai hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa. Padahal, pasangan bisa menjadi emosional support yang akan membuat masing-masing dari mereka lebih semangat dalam menjalani hari-harinya.

4. Membeli, Menjual, Memperbaiki, Mengatur, dan Merawat Aset

Tidak pernah ada pembelajaran yang cukup tentang cara membeli, menjual, dan merawat aset.

Pengetahuan ini adalah Life skills penting yang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Orang yang lulus dari sekolah belum tentu paham apa yang harus dilakukan dengan aset yang dia miliki.

Kita pasti sulit menentukan pilihan dalam situasi tertentu. Misal, apakah harus menjual mobil atau harus menyimpannya. Seringkali kita juga membeli hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Misal membeli mobil, padahal jarang memakainya. Yang hanya membuat pengeluaran kita bertambah untuk membayar pajak, perawatan, dan lain sebagainya.

Kita harusnya juga mendapat ilmu strategi dalam hal pembelian, penjualan, dan bagaimana merawat aset yang dimiliki.

5. Menjalani Kehidupan Berkeluarga

Menjalani kehidupan berkeluarga adalah hal yang bisa dibilang membutuhkan ketekunan serta kesabaran. Banyak hal indah tentang berkeluarga, itupun pasti ada masa pasang surut. Akan ada masa susah, akan ada juga masa senang.

Mendidik dan membesarkan anak tidak bisa dibilang mudah. Cobalah bertanya kepada siapapun bagaimana cara merawat bayi, balita, sampai mereka tumbuh dewasa. Mereka pasti memberitahumu bahwa ada begitu banyak ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah mereka ketahui.

Banyak yang harus dipelajari di dunia nyata tentang pernikahan, keluarga, dan anak-anak. Mirisnya, kita tidak tahu apa-apa tentang 3 hal tersebut saat lulus dari sekolah.

7. Kartu Kredit

Orang yang sebelumnya tidak pernah memiliki kartu kredit pasti tidak tahu bagaimana bunga bank bekerja, level kartu apa yang sesuai dengan kebutuhan, sampai berapa minimal transaksi yang dihitung. Sebagian yang baru kalian baca adalah hal yang semestinya menjadi pengetahuan dasar. Penggunaan kartu kredit yang bijak bisa menjadi keuntungan bagi penggunanya. Seperti, diskon belanja, mempermudah pengajuan dalam cicilan, bahkan menurunkan premi pada asuransi.

8. Baik dalam Adab dan Etika

Banyak orang yang kurang tahu cara dan tips mengirim email yang baik. Mereka juga buruk dalam menangani diri saat acara formal maupun profesional, serta buruk saat berkomunikasi. Padahal, komunikasi adalah aspek yang penting dalam banyak sudut kehidupan.

Pengajaran dalam adab dan etika saat sekolah akan menjadi keterampilan hidup yang sepela namun sangat bermanfaat.

9. Memasak

Mungkin saat ini kalian belum terlalu memerlukan kemampuan yang satu ini.

Makanan apa saja yang sudah bisa kalian buat? atau bahkan kalian hanya tahu cara membuat telur dadar, telur ceplok, atau bahkan hanya tahu cara memasak mie instan?.

Memasak adalah life skills penting yang akan sangat berguna ketika memasuki kehidupan berumah tangga. Banyak yang berkata bawa makanan adalah salah satu bentuk kasih sayang. Ya, bisa dibilang begitu. Kamu pasti lebih menikmati masakan ibumu, daripada masakan orang lain, kan?.

Ketika lulus dari sekolah menengah ataupun universitas namun tidak bisa memasak adalah hal yang sedikit merepotkan.

9. Mengatur Waktu

Seringkali, kita meremehkan tentang betapa pentingnya sebuah waktu. Namun, bukan berarti kita harus menghabiskan seluruh waktu dalam hidup untuk bekerja.

Menghabiskan waktu untuk rekreasi, hobi, dan pengembangan diri juga tak kalah penting untuk kesehatan jiwa. Ada juga beberapa saat yang harus kita fokuskan pada tujuan utama kita.

Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak efektif dalam mengelola atau mengatur waktu. Padahal, waktu akan terus beputar dan tak akan bisa diulang lagi. Pembelajaran dalam mengelola waktu akan sangat bermanfaat jika diterapkan dalam kurikulum pendidikan formal.

Baca Juga: 12 Aktivitas Bermanfaat yang Berguna di Waktu Luang

10. Mengatasi Kegagalan

“Aku sudah gagal lebih dari 9000 tembakan (ke dalam ring basket) sepanjang karir. Aku sudah kalah hampir 300 game. Aku sudah 26 kali dipercaya dalam sebuah penentu kemenangan, dan aku gagal. Aku sudah gagal berulang-ulang dalam hidupku. Dan itulah sebabnya Aku berhasil.”

~Michael Jordan

Ketika Kamu gagal dalam sebuah hal, bukan berarti Kamu gagal dalam hidup. Padahal, ketika gagal Kamu akan belajar dari kegagalan itu. Sehingga, Kamu akan membuat trobosan baru yang bisa membawa keberhasilan.

Seseorang pernah berkata “Ketakutan menghancurkan kreativitas”. Ya, memang benar. Kamu harus berani dan melawan rasa takut untuk mengambil resiko. Tidak cukup hanya dengan strategi, keterampilan, dan program. Harus ada keberanian untuk menuangkan ide usaha.

Harus ada pelatihan yang mengajari calon-calon penerus peradaban tentang bagaimana sebuah kegagalan itu datang, bagaimana cara menyikapinya, dan bagaimana cara mengatasi kegagalan tersebut.

11. Cara Bertahan Hidup

Kita pastinya pernah mengikuti ekstra kurikuler Pramuka ketika SD, karena Pramuka adalah ekskul wajib. Sekarang, saya menyadari bahwa ada keterampilan hidup untuk bertahan dari situasi berbahaya yang tidak pernah diajarkan dalam kelas formal. Pertolongan pertama pada cedera, menyalakan api, membuat tali simpul, dsb.

Kita tidak akan pernah tahu kapan akan berada di situasi penting atau berbahaya. itulah mengapa ekskul pramuka diwajibkan bagi para siswa.

12. Bagaimana Cara Melamar Sebuah Pekerjaan

Banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara mencari sebuah pekerjaan. Kebanyakan dari kita menemukan pekerjaan melalui relasi, situs iklan lowongan kerja, maupun group-group sosial media untuk sharing lowongan kerja.

Masalah berikutnya yaitu banyak orang yang tidak tahu cara menulis resume yang baik, tidak tahu struktur sebuah perusahaan, bahkan tidak berani menonjolkan keunggulan dari diri mereka sendiri.

Ketika 2 hal diatas sudah teratasi, masalah berikutnya adalah tidak tahu cara menghadapi sebuah wawancara kerja. Ada sebuah strategi dan trick khusus dalam menghadapi fase ini.

Pembelajaran sebelum melamar kerja, saat melamar kerja, dan sesudah proses lamaran kerja harusnya dimasukan dalam kurikulum pendidikan tingkat lanjut. Mencari pekerjaan yang berkualitas adalah life skills penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan hidup dan mencapai potensi maksimal dari diri Kita.

Advertisements

Post Author: Wafta Pedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *