Tinggal di Jerman

3 Hal Utama Yang Membuatmu Betah Tinggal di Jerman

Indonesia.. Negara yang nyaman, aneka budaya dan makanannya yang sangat beragam, alam yang sangat-sangat indah, dan orang-orangnya yang ramah. Hal-hal tersebut lah yang seringkali membuat kita enggan meninggalkan tanah air. Namun, berbeda dengan sebagian warga Indonesia yang pernah tinggal di negeri panzer. Seringkali, mereka enggan balik ke tanah air dan merasa betah tinggal di Jerman. Karena, peraturan-peraturan yang termanajemen dengan baik serta kualitas hidup orang-orangnya yang sangat tertata dengan rapi.

Setidaknya, ada 3 alasan utama yang cukup mendasar sehingga mereka betah dan ingin menetap untuk tinggal di Jerman. Persoalan ini pun pernah ditulis oleh Zaenal Mahasin melalui Facebooknya, seorang warga Indonesia yang pernah beberapa tahun tinggal di Negeri Kanselir.

1. Kepastian Hukum

Negeri Kanselir tidak pernah tawar-menawar soal hukum. Mereka benar-benar tegak dalam menghukum setiap pelanggaran. Di mata hukum, semuanya sama. Tak ada perbedaan antara pejabat dan rakyat, warga kaya dan miskin, semuanya sama saja. Penjara adalah tempat bagi mereka yang melanggar.

Hal ini memberi efek domino dalam prosedur pelayanan-pelayanan masyarakat. Karena, aparat pun sadar, bahwa warga juga mempunyai hak untuk menuntut di atas ketetapan hukum jika mereka melanggar SOP yang ada.

2. Kualitas Hidup

Sangat kontras jika dibandingkan dengan Indonesia. Dimana kita warga Indonesia mempunyai tujuan hidup untuk menjadi Kaya, sedangkan warga Jerman lebih memilih kehidupan yang seimbang. Bagi mereka, pekerjaan bukanlah segalanya. Keseimbangan antara karir, keluarga, dan kesehatanlah yang menjadi syarat utama mereka untuk tinggal dan menetap tinggal di Jerman.

Perekonomian tumbuh, daya beli tinggi, pemerintah banyak memberi tunjangan. Tunjangan ibu, anak, orang tua, bahkan pengangguran. Itulah cara pemerintah memanjakan para penduduk yang tinggal di Jerman. Sedangkan kita? Saat sekolah, tugas diperbanyak. Ketika baru bekerja langsung terbebani oleh cicilan motor, rumah, tabungan nikah. Setelah menikah, masih memikirkan membiayai pendidikan anak, tabungan hari tua, dan asuransi kesehatan. Belum lagi dihantui oleh ketakutan jika PHK menghampiri. Seakan-akan kita warga Indonesia bukan bekerja untuk hidup, namun hidup untuk bekerja.

Zaenal Mahasin menuliskan pengalaman hidup di Jerman saat mendampingi persalinan istrinya. Ia mengatakan, bahwa petugas catatan sipil yang bertempat di Rumah Sakit langsung menawarkan tunjangan bagi Ibu Melahirkan sebesar €1000, serta €180/bulan bagi sang Anak hingga usia 18 tahun. Mereka juga membuatkan Akta Kelahiran secara gratis, tanpa memungut biaya sepeserpun, dan tanpa ribet mengurus sendiri. Tidak cukup sampai disitu, Zaenal Mahasin juga mengatakan bahwa Pemerintah Jerman menyiapkan bidan yang datang setiap 2 kali dalam seminggu, dalam kurun waktu tiga bulan, untuk mendampingi serta melatih Ia & Istrinya. Semua itu tanpa keluar uang sepeserpun alias gratis. Padahal, mereka pun tahu bahwa Ia dan sang Istri bukanlah warga Jerman.

3. Kualitas Pendidikan

Sejak anak berusia tiga tahun, bisa langsung disekolahkan tanpa dipungut biaya. Pasangan Suami Istri yang sibuk berkerja tidak perlu repot-repot dalam mencari Au Pair atau Baby Sitter.

Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi pun sama, tidak ada pungutan biaya yang dibebankan kepada orang tua. Pemerintah Jerman sangat sadar bahwa pendidikan merupakan kunci dalam membangun peradaban. Maka dari itu, mereka menjamin kualitas pendidikan bisa didapatkan oleh semua kalangan.

Perguruan Tinggi di Jerman terkenal lebih unggul jika dibandingkan Perguruan Tinggi dari negara lain di Eropa. Berdasarkan pengalaman Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman, Universitas di sana gampang masuknya, susah lulusnya. Hal itu disebabkan oleh standar SKS yang tinggi dan rasa tanggung jawab dari Dosen yang besar.

Baca Juga: Kuliah di Jerman: Tempat Paling Sempurna Mengejar Gelar

Saking perhatiannya dengan pelajar, banyak diskon menarik yang diberikan oleh supermarket, toko, dan tiket-tiket. Itu semua diperuntukan khusus bagi para pelajar.

Jika Kamu ingin menempuh pendidikan gratis, Jerman bisa jadi pilihannya. Orang tua hanya tinggal memikirkan biaya hidup selama berada di Jerman, atau bisa juga dengan mencari beasiswa yang banyak disediakan oleh Pemerintah dan Universitas-Universitas terkait.

Sekelumit cerita dan alasan itulah yang bisa diceritakan sehingga membuat para pendatang menjadi betah tinggal di Jerman. Sebuah negara kaya yang mampu menampung lebih dari 2 juta pengungsi Timur Tengah dan Afrika, seolah-olah mereka tidak pernah kehabisan uang. Sebuah negara yang pernah terpuruk akibat perang, kini menjadi negara yang banyak membantu dalam misi kemanusiaan.

Kita semua pasti berharap bahwa suatu saat nanti Indonesia akan menuju ke sana. Menjadi negara besar yang memakmurkan seluruh warga di dalamnya. Amin..

Post Author: Wafta Pedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *